Nggak Usah Miris dengan Drainase Kota Paris!

Oleh: Hanifah Nurawaliah 15313051 (Teknik Lingkungan ITB)

Paris adalah kota yang cantik, kota global yang menjadi salah satu pusat fashion, bisnis, seni, politik, dan budaya. Ibu kota Prancis yang terletak di belokan Sungai Seine menuju utara dan terdiri dari dua pulau, Île Saint-Louis dan Île de la Cité, kini menyimpan karya luar biasa, peninggalan sekaligus perjuangan di masa lalu yang mencekam, Perang Dunia salah satunya.

Drainase Kota Paris adalah salah satu karya yang bisa menjadikan kota ini tetap bersih dan rapi. Sistem pengelolaan air yang unik, tidak biasa (unusual), dan tentu saja berguna. Sampai kini, pemandangan water system di Paris masih terlihat dan terjaga.

Pembuatan drainase kota Paris tentu saja diawali dari masalah. Beginilah ceritanya, bagaimana Paris berhasil menjadikan kotanya beradab melalui sistem pengairan. Berikut Saya kutip dari beberapa sumber.

Paris pada awalnya hanya menggunakan sungai Seine dan Bièvre sebagai sumber air. Sebab pembuatan irigasi selanjutnya adalah: bendungan Romawi abad ke-1 dari Wissous di selatan (kemudian dibiarkan hancur); dumber dari bukit Tepi Kanan abad ke-11; sejak abad ke-15 sebuah bendungan dibangun di sepanjang jalur bendungan Wissous yang ditinggalkan; akhirnya, tahun 1809, canal de l’Ourcq menyediakan Paris dengan air dari sungai kurang berpolusi di timurlaut ibukota. Paris memiliki sumber air minum sejak abad ke-19: tahun 1857, insinyur sipil Eugène Belgrand, dibawah Préfet Napoleon III Haussmann, membangun berbagai bendungan baru yang membawa sumber dari semua lokasi di sekitar kota ke beberapa penampung yang dibangun di atas puncak tertinggi Ibukota. Sejak itu sistem sumber/penampung baru menjadi sumber utama air minum Paris, dan sisa sistem tua, dipompa ke tingkat rendah penampung yang sama, dan digunakan untuk pembersihan jalan-jalan di Paris. Sistem ini masih menjadi bagian dari jaringan penyediaan air modern Paris.

Paris memiliki 2.400 km selokan bawah tanah untuk pembuangan limbah cair Paris. Sebagian berasal dari abad ke-19, hasil dari rencana gabungan Préfet Baron Haussmann dan insinyur sipil Eugène Belgrand untuk memperbaiki kondisi Ibukota yang tidak bersih. Selokan ini dikelola oleh layanan 24 jam sejak pembangunannya, hanya sejumlah kecil réseau bawah tanah Paris telah selesai direnovasi. Keseluruhan jaringan selokan bawah tanah Paris telah dikelola sejak abad ke-20 oleh sebuah sistem jaringan terkomputerisasi, dikenal dengan akronim “G.A.AS.PAR”, yang mengatur semua distribusi air Paris, bahkan arus sungai Seine melalui ibukota. (baca lebih lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Paris)

800px-Canal_Saint-Martin_1

Gambar 1. Jembatan (passerelle Bichat) di atas Canal Saint-Martin, Paris

(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Canal_Saint-Martin_1.jpg)

Paris_at_night

Gambar 2. Sungai Saint di waktu senja

(sumber: https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Paris_at_night.jpg&filetimestamp=20080629045019&)

Hal menarik lainnya dari kota Paris selain  pembuatan terowongan limbahnya adalah drainasenya. Bagaimana Paris merancang sistem pengairan kota yang sustainable ?

Ini adalah beberapa gambar yang Saya ambil dari sebuah blog https://parisianfields.wordpress.com/2012/03/11/a-most-unusual-water-system/.

drainase paris_1

Pada gambar di atas, terlihat bagaimana air memancar dari lubang jalan yang didesain sedemikian rupa sehingga air mengalir membasahi jalan. Namanya WOs (Washing Outlets) atau dalam bahasa Paris, bouches de lavage. Ada 12000 titik di paris WOs ini. Pertanyaannya, untuk apa ini dibuat?

Ternyata, WOs dibuat agar air bisa mengalirkan puing-puing atau serpihan sampah (jenisnya organik, misal daun-daunan) di trotoar. Desain badan jalanpun dibuat miring dengan tujuan agar air dengan mudah masuk ke saluran drainase.

Perhatikan gambar yang ini, apa yang unik? Ada yang aneh?

drainase paris_2

Iya, ada sebuah karpet yang diletakkan di depan WOs. Tujuannya ternyata baik, yakni agar air mengalir dalam satu jalur (one direction only). Lihat kembali, apa yang dikerjakan oleh dua petugas kebersihan Paris ini? Mereka dengan mudah mengumpulkan sampah-sampah karena sudah tebawa aliran air air dan terkumpul di pinggiran jalan. Unik? Memang unik. Hal ini bisa mengurangi effort lebih petugas kebersihan.

 drainase paris_3

Sumber air kota Paris berasal dari empat sumber: air sungai Seine-Marne, kanal Ourcq, sumur artesis, dan mata air. Untuk mendapatkn air dari Seine, digunakan dua pompa uap di Chaillot dengan rata-rata debit 635,688 ft3 dan maksimumnya 1,518,588 ft3 dalam jangka waktu 24 jam. Bahkan, 10 pompa di Porta l’Anglais dan Maisons-Alfort, menyuplai kira-kira 600,372,000 ft3 per hari dalam pengambilan air baku dari sungai Seine. Kanal Ourcq, yang juga digunakan sebagai jalan air,mengalirkan air dari Aisne hingga basin La Villette. Kanal ini mengalirkan 4,414,500 ft3. Air ini belum bisa digunakan langsung untuk keperluan domestic karena kemungkinan kontaminan bisa masuk ke kanal ini. Sementara itu, sumur artesis jauh lebih murni. Sumur Grenelle memiliki kedalaman 1797 kaki. Per harinya, air sebanyak 12,360 ft3 diambil pada suhu 80 derajat Fahr. (baca lebih rinci di http://www.1902encyclopedia.com/P/PAR/paris-11.html)

Di Paris, ada dua saluran pipa bawah tanah yang berbeda. Keduanya melekat pada langit-langit selokan (sewers). Saluran yang satu digunakan untuk flushing jalan di Paris dan saluran lainnya merupakan sistem perpipaan air minum. Jadi, air yang berasal dari kalan Ourcq dan sungai Seine, masuk ke drainase an keluar sebaga WOS. Dan setelah membersihkan jalanan, air kemudian masuk ke bawah tanah dan mengalami pembersihan untuk kemudian dijadikan air minum dan memasok ulang sungai. Sistem dijalankan secara paralel, tetapi khusus untuk penyediaan air minum tidak demikian.

Bayangkan, sistem ini dibangun sejak tahun 1878 dengan panjang saluran saat itu 600 km. Namun, pemimpin di sana tiak berpuas diri. Hingga tahun 1977, panjang terowongn menjadi 1600 km.

Bahkan, zaman Perang Dunia I yang mencekam, Paris sudah membengun instalasi treatment limbah pada tahun 1935 berskala industri. Kini,  treatment air limbah tersebut menjadi treatment terbesar di Eropa, yang menghasilkan lebih dari 2 juta meter kubik air bersih tiap hari.

Itulah karya manusia yang bisa membentuk peradaban ke arah yang lebih baik. Nggak usah miris dengan drainase kota Paris. Kota ini pun berangkat dari permasalahan, dan bangkit untuk menjadi lebih baik. Jika saat ini kita masih saja miris dengan kondisi drainase di Indonesia, tunggu apa lagi, siapkan dirimu untuk membentuk peradaban baru di Indonesia. Kita harus yakin, bisa!

Untuk mengetahui bagaimana sewerage kota Paris, silakan buka https://www.youtube.com/watch?v=Rj_2QgaukPA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s